![]() |
| Foto: Muhammad Sufyan Arrosidi (Penulis) |
***
Percayalah; senyummu masih mekar melebihi fajar.
Bagaimana aku bisa bertemu lama-lama denganmu
Di cafe atau alun-alun kota ini
Bagaimana aku harus menemuimu dalam waktu dekat
Sedangkan kecamuk hujan semakin ganas
Aku sudah tidak tahu lagi, bagaimana caranya menyimpan rindu ini yang kadung meluap-meluap
Hujan tiada henti turun ke bumi
***
Untuk seorang demonstran;
Kau memang tidak akan kewalahan untuk melakukan perlawanan
Tetapi kau akan terkapar jika yang kau lawan adalah senyuman dari seorang perempuan.
***
Kepada minggu yang kemarau
Tidak seperti minggu yang berlalu
Ia masih bisa mengelak dari rindu
Tetapi tidak dengan minggu yang akan datang
Ia benar-benar tidak ada dalih untuk berkata rindu
Pada kekasihnya yang berjauhan
Oooh kekasih betapa kau tidak akan percaya; jiwa ini kering
Seumpama bunga yang ditinggalkan tuannya, tak punya daya membikin saripati.
Senin, Hujan di awal Januari.
Oleh: Muhammad Sufyan Arrosidi


