![]() |
| Foto: Kegiatan Dialog Terbuka diselenggarakan oleh PKC KOPRI dan PW IPPNU KALBAR |
Dialog tersebut bertemakan Peran Perempuan dalam Pencegahan Kekerasan dan Gerakan Radikal Terorisme, yang bertujuan untuk menangkal kekerasan-kekerasan terhadap perempuan, maka dari itulah dilaksanakan dialog tersebut. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Diah Indri Sari.
"Kami mengangkat teme tentang Peren Perempuan dalam Pencegahan Kekerasan dan Gerakan Radikal Terorisme, kegiatan ini bertujuan agar para generasi muda bisa menangkal kekerasan terhadap kaum perempuan," papar Ketua KOPRI KALBAR.
Diah juga menambahkan bahwa kaum perempuan tak hanya mencegah sebuah kekerasan saja, akan tetapi harus mencegah paham-paham kaum radikal dan terorisme yang sangat membahayakan bagi kaum gender, dari itu perlu sebuah upaya untuk mencegahnya.
"Melalui dialog seperti ini, kami bisa memperkuat pemahaman tentang bagaimana cara mencegah sebuah kekerasan dan bahkan gerakan radikal terorisme", imbuhnya.
Susianah Affandy, M.Si menyampaikan, bahwa kekerasan itu tetjadi tidak selamanya dilakukan oleh para penjahat.
"Kekerasan yang sering terjadi saat ini bukan hanya dilakukan oleh orang jahat seperti dulu, melainkan dilakukan oleh orang yang harusnya menjaga (Red: orang dekat/keluarga/suami) banyak faktor lain yang membuat kekerasan bisa terjadi, seperti kasus beberapa waktu yang lalu di pontianak mengalaminya," katanha.
Dalam kesempatan yang sama, Hadiri, SH juga menyampaikan, tentang gaya hidup berkeluarga yang baik itu seperti apa.
"GenRe merupakan singkatan dari Generasi Berencana, ketika kita memilih untuk menikah maka kita harus memiliki rencana yang matang untuk membangun sebuah keluarga. Salah satunya ketika kita memilih untuk menikah muda misalnya di umur 18 tahun, maka keinginan untuk memiliki anak haruslah ditunda terlebih dahulu sampai alat reproduksi wanita matang sekitar umur 21 tahun ke atas," tandasnya.
Hal yang senada disampaikan oleh Ir. Aulia arfiansyah Arief, M. Si. Mewakili kepala BKKBN Provinsi Kalbar, pihaknya lebih memfokuskan kepada keselamatan anak bangsa dimulai dari keselamatan dalam keluarga.
"BKKN memperkenalkan salam 3 jari (Sehat, Cerdas dan Ceria) atau yg dikenal dgn salam GenNe yg bermakna Zero Tolerance pada 3 hal, yaitu Sex bebas, Napza dan HIV Aids. Maka untuk menyelamatkan anak bangsa, kita harus menyelamatkan keluarga. Dimulai dari ketika makan bersama, disaat seperti itu peran keluarga dalam berkomunikasi dengan anak mudah diterima," pungkasnya.
Acara dialog tersebut ditutup dengan Buka Puasa Bersama, yang dihadiri oleh Puluhan kader KOPRI, IPPNU maupun kader PMII lainnya.
| Pewaraa : | Editor : |
|---|---|
| Rokib | AamNh7 |


