![]() |
| Foto: Suasana jalan raya di Kabupaten Jember |
Maraknya pembangunan sentra pasar modern di jantung pasar rakyat (kasus balung, ambulu, dan kencong), kerumitan pelayanan administrasi dispendukcapil, korupsi di beberapa sektor kedinasan, awut-awutannya infrastruktur lalu lintas di beberapa kecamatan dan desa, serta sederet problem mendasar lainnya.
Menanggapi kian parahnya situasi ekonomi dan politik di kabupaten Jember ini beberapa aktivis Dan tokoh masyarakat kabupaten Jember menggalakkan gerakan Butuh Bupati Baru (B3) sebagai respon atas kejengahan publik terhadap tidak berdayanya pemerintahan Daerah menyelesaikan seluruh aspek-aspek mendasar yang hari ini tengah mendera masyarakat Jember
Diwawancarai Via handphone aktivis Laskar Aswaja Jember, Didit Baskaryanto menyatakan wajar apabila aktivis Civil Society dan tokoh Masyarakat Jember jengah dengan 4 tahun kepemimpinan Bupati Faida dikarenakan kepemimpinan beliau seperti menempatkan Jember layaknya pesawat tanpa awak serta tidak ada pembangunan yang berarti di sektor ekonomi-sosial-kemasyarkatan
"Wajar saja apabila aktivis di Jember membentuk gerakan B3 butuh bupati baru, karena memang bupati Faida tidak berjalan pada track good governance, pembangunan suka-suka tanpa melihat aspek fundamental, sampai saat ini kita belum punya Rencana Detail pembangunan yang harusnya termaktub dalam RDTRK, Jember ini kayak dibangunan serampangan, Mall ditaruh di pasar rakyat, ya rakyatnya langsung bangkrut gulung tikar," ucap Didit pada awak media .
"Dengar kabar lagi kalau baru dapat rapor merah dari BPK, ini sudah benar-benar ibarat jatuh tertimpa tangga, keluhan masyarakat akar rumput hari ini nyaris sama yakni Jember jauh tertinggal Dari kabupaten tetangga di sektor apapun baik ekonomi sampai pengelolaan pariwisata," tutupnya.
| Pewarta : | Editor : |
|---|---|
| Kaderizen | AamNh7 |


