![]() |
| Foto: KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur |
Kiyai Marzuki dalam tausiyahnya, menegaskan kepada seluruh warga Nahdliyyin supaya terus berjuang untuk tegaknya Islam Aswaja dan NU serta tidak menggunakan nama NU untuk kepentingan pribadi.
Ketua PW NU Jawa Timur, menegaskan bahwa jangan sekali-kali menggunakan NU untuk kepentingan pribadi.
"Jangan sekali-kali menggunakan nama NU untuk kepentingan pribadi. Contohnya seperti memakai NU untuk maju Pilkada, tapi saat terpilih yang bersangkutan lupa dengan NU," tegasnya.
Lebih lanjut, Kyai Marzuki menjelaskan, sudah seharusnya warga Nahdliyyin untuk membesarkan NU. Termasuk juga semakin menghidupkan dan sekaligus mensejahterakan warga NU.
"Seharusnya gunakan harta pribadi kalian untuk kepentingan dan berjuang membesarkan NU, jangan untuk memperkaya diri," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan makna Halal Bihalal dan Hari Raya Idul Fitri.
"Idul Fitri adalah kembali ke fitrah, yaitu menjadi diri sendiri," tuturnya.
Menurutnya, untuk menjadi Islam, tidak perlu berubah menjadi orang Arab.
"Yang penting menguasai ilmu serta agama Islam dan Alquran. Seperti para kyai dari Pondok Pesantren, meski menguasai Ilmu Agama dan Bahasa Arab tetap menjadi diri sendiri," jelasnya.
Tausiah halal bihalal yang disampaikan KH Marzuki Mustamar berlangsung dengam khidmat dan sesekali disisipi joke.
Selain itu, unsur Forkopimda Kabupaten Malang, pengurus PCNU Kabupaten Malang dan Banom NU juga hadir dan menyimak ceramah agama yang disampaikan KH Marzuki Mustamar.


