![]() |
| Foto: Saat aktivis PMII membagikan masker gratis di beberapa ttik lampu merah di Kabupaten Kubu Raya, Rabu (11/09/2019) |
Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) yang semakin tidak terkendalikan, membuat asap semakin hari semakin pekat, oleh karenanya PMII Kubu Raya merasa ada yang tidak benar dengan kinerja TRGD KalBar.
Ketua umum PC. PMII Kubu Raya sahabat Abdul Adim, menyampaikan, bahwa selama bertahun-tahun Kubu Raya dan semua daerah yang ada di KalBar, selalu menjadi langganan asap. "Bahkan yang sangat memprihatinkan selalu menjadi pengekspor asap ke negeri tetangga, ini kan mempermalukan sekali, hilang marwah bangsa ini dimata negeri tetangga hanya gara-gara asap," tuturnya.
Sebenarnya pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (PERPRES) No. 1 Tahun 2016, sudah membentuk badan khusus untuk melakukan pencegahan terjadinya KARHUTLA yaitu Badan Restorasi Gambut (BRG) dan TRGD yang merupakan perpanjangan tangan BRG yang bertugas di daerah-daerah salah satunya adalah Provinsi Kalbar.
"Namun hingga hari ini, masyarakat belum dapat merasakan manfaat dari keberadaan badan tersebut, malah tiap tahun KARHUTLA semakin tidak terkendalikan, apa tugas TRGD KALBAR sebenarnya kalau begitu, jangan-jangan hanya menghabiskan anggaran negara," tambahnya.
Dalam waktu dekat PC PMII Kubu Raya, akan melayangkan surat audiensi kepada TRGD KALBAR, guna mempertanyakan permasalahan KARHUTLA dan asap yang tak kunjung berkesudahan di Kalbar.
| Pewarta : | Editor : |
|---|---|
| Kaderizen | AamNh7 |


